djeNews.co – Pematangsiantar
Seorang pelajar di SMP Swasta Kalam Kudus, Pematangsiantar , Sumatera Utara, menjadi korban perundungan sejumlah siswa di sekolahnya hingga mengalami trauma. Tak hanya itu , pelajar ini juga mengalami penganiayaan hingga mengalami luka luka dan cacat gigi permanen.
Diketahui, korban JMP ( 13 ) kerap mendapat perlakuan kekerasan dan pembulian oleh sejumlah pelajar di lingkungan sekolah. Anehnya, meski kasus yang menimpa korban terjadi berulang kali, namun pihak sekolah seolah tutup mata dan tidak melakukan tindakan, terhadap perlakuan yang dialami oleh korban.
Hal ini kemudian patut menjadi pertanyaan sejumlah pihak termasuk orang tua korban sendiri yang merasa dirugikan atas kejadian yang menimpa anaknya.
Dora Ineke Sitepu, orang tua korban saat ditemui Senin (19/5/2025) pagi mengatakan, pihak sekolah sama sekali tidak memberikan tindakan tegas terhadap terduga pelaku disebut berinisial RS (13) teman satu kelas korban.
” Saya sangat menyayangkan tindakan pihak sekolah yang terkesan lamban dan tutup mata atas peristiwa yang menimpa anak saya, bahkan hingga mengalami luka luka dan gigi anak saya yang cacat permanen” sebut Dora.
Ditambahkannya, bahwa peristiwa perundungan hingga penganiayaan terhadap anaknya telah berulang kali terjadi.
Kejadian penganiaayan pertama terjadi pada Bulan Oktober 2024 silam, dimana pada saat kejadian korban ditendang alat kelaminnya oleh Wakil ketua kelas di sekolah tersebut hingga mengakibatkan korban pingsan . ” Anak saya ditendang mengenai kelamin nya dan pingsan , namun pasca kejadian pihak sekolah tidak ada menindak pelaku tersebut”, ungkapnya sedih.
Selanjutnya Kejadian kembali terulang diruangan kelas 7 B SMP Swasta Kalam Kudus. Jalan Dalil Tani Kelurahan Kebun Sayur, Kecamatan Sianțar Timur, pada tanggal (14/04/2025) sekira pukul 10.00 Wib.






